1. Digantung Lalu Ditarik dari Empat Sisi Tubuh
Inggris pernah mempunyai alat siksa mencekam yang tidak sedikit digunakan ketika abad pertengahan. Seseorang yang dirasakan pengkhianat bakal digantung sampai nyaris tak bernyawa. Setelah lemas, ia bakal ditidurkan kemudian keempat sisi tubuhnya, dua kaki, dan dua tangan diikat dengan tali yang ujungnya terdapat kuda.
Jika dalam interogasi ia tak menyatakan makau kuda-kuda bakal dicambuk sampai berlari. Saat kuda berlari maka unsur tubuh tertarik. Jika keempatnya unik dengan kencang maka kaki dan tangan dapat copot. Metode ini dihapuskan pada tahun 1814 sebab telah merenggut ribuan nyawa orang yang kadang terdapat yang tak bersalah.
2. Roda Penghancur Tulang
Roda penghancur tulang ialah sebuah cara siksaan yang paling mengerikan. Orang yang ditetapkan bersalah bakal ditali pada roda. Kaki dan tangannya bakal ditali pada roda secara kuat-kuat. Lalu secara perlahan roda bakal diputar dengan sekuat tenaga. Di bawah roda bakal seseorang membawa semacam tongkat dari besi yang dipakai untuk memukul.
Seiring dengan roda yang terus berputar. Tulang-tulang dalam tubuh bakal remuk, khususnya di unsur kaki dan tangan. Tubuh akan merasakan rasa sakit yang tak tertahankan sampai kematian datang. Tubuh korban penganiayaan yang tak bernyawa seringkali akan tidak dipedulikan menggantung hingga berakhir dimakan oleh burung bangkai.
3. Buaya Pemotong
Seperti namanya, buaya pemotong, gunting ini dipakai untuk menganiaya orang yang dirasakan salah. Biasanya mereka mengerjakan pembunuhan untuk raja atau kerabatnya. Saat diciduk mereka akan dianiaya dan bila tidak menyatakan salah bakal langsung dimutilasi. Gunting buaya ini perangkat yang digunakan.
Orang-orang yang dirasakan bersalah bakal langsung digunting. Tubuh mereka bakal terbagi-bagi menjadi sejumlah bagian. Sebelum dipakai gunting bakal dipanaskan terlebih dahulu sampai nyaris berwarna merah. Bisa dibayangkan laksana apa menderitanya orang yang dianiaya atau dibunuh dengan teknik ini.
4. Sepatu Semen
Sepatu semen ialah metode penganiayaan yang kerap dilaksanakan oleh sindikat di Amerika. Mereka akan menganiaya terlebih dahulu orang yang dirasakan salah atau sandera. Setelah tersebut kaki korban bakal dimasukkan ke dalam kotak yang diberi semen lunak. Lambat laun semen bakal mengering dan mengeras sampai susah mencungkil kaki.
Setelah kering, korban bakal dimasukkan ke dalam air. Biasanya sungai atau laut yang dalam. Tentu saja mereka akan terbenam dan tak dapat melakukan apa-apa. Kematian ialah akhir dari penganiayaan yang menciptakan korbannya tak dapat napas dalam air.
5. Penyiksa Lidah
Tidak jelas dipakai untuk menganiaya apa, yang jelas perangkat ini akan menciptakan orang yang dianiaya merasakan sakit berlebih. Lidah mereka akan diapit secara perlahan-lahan dengan mulut bakal terus terbuka. Jika ujung alat serupa gunting ini ditekan maka lidah bakal tertekan dan ada bisa jadi terbelah jadi dua.
Sariawan di lidah saja rasanya enggak enak, minum saja susah, menelan makanan apa lagi. Sekarang bagaimana andai lidah terbelah? Kebayang kan sakitnya laksana apa. Mungkin orang yang dianiaya tak bakal mati, tetapi rasa sakitnya sudah lumayan membuatnya laksana enggak hendak hidup lagi.
6. The Rack
Prinsip the rack barangkali nyaris sama dengan poin nomor 1 di atas. Namun tidak memakai kuda di keempat sisi tubuh. Cara ini mengikat korban di seluruh kaki dan tangan. Lalu kaki bakal ditalikan ke sisi bawah dan tangan di sisi atas. Dua orang algojo bakal perlahan unik kayu yang ditambati oleh tali.
Siksaan ini pun berasal dari abad pertengahan dan tergolong siksaan sangat sakit. Saat korban mulai ditarik, maka seluruh sendi bakal tertarik sampai akhirnya putus. Selain tersebut korban akan merasakan lumpuh atau bahkan mati ditempat.
7. The Brazen Bull
The brazen bull ialah alat siksa yang berasal dari Yunani Kuno. Bentuknya sangat serupa dengan banteng atau sapi. Terbuat dari metal yang unsur mulutnya terbuka. Seseorang yang dirasakan bersalah bakal di masukkan perut sapi ini. Setelah masuk, unsur bawah bakal diberi api yang berkobar sampai panas merembet ke dalam metal.
Orang yang terdapat di dalam sapi ini bakal terpanggang perlahan-lahan. Jika telah ada bau laksana daging terbakar dari mulut sapi dengan kata lain korban sudah matang. Siksaan ini seringkali akan dibuntuti teriakan korban yang terbit dari mulut sapi sampai ia mati dengan sempurna.
Itulah tujuh perangkat siksa yang sangat mencekam dan brutal dalam menciptakan korbannya mati dengan menyakitkan. Semoga di era-era selanjutnya alat laksana ini tak pernah terdapat lagi. Manusia bukanlah makhluk yang layak menerima siksaan seperti tersebut meski ia salah. Harusnya ada teknik yang lebih baik meski tersebut harus meniadakan suatu nyawa.
Inggris pernah mempunyai alat siksa mencekam yang tidak sedikit digunakan ketika abad pertengahan. Seseorang yang dirasakan pengkhianat bakal digantung sampai nyaris tak bernyawa. Setelah lemas, ia bakal ditidurkan kemudian keempat sisi tubuhnya, dua kaki, dan dua tangan diikat dengan tali yang ujungnya terdapat kuda.
Jika dalam interogasi ia tak menyatakan makau kuda-kuda bakal dicambuk sampai berlari. Saat kuda berlari maka unsur tubuh tertarik. Jika keempatnya unik dengan kencang maka kaki dan tangan dapat copot. Metode ini dihapuskan pada tahun 1814 sebab telah merenggut ribuan nyawa orang yang kadang terdapat yang tak bersalah.
2. Roda Penghancur Tulang
Roda penghancur tulang ialah sebuah cara siksaan yang paling mengerikan. Orang yang ditetapkan bersalah bakal ditali pada roda. Kaki dan tangannya bakal ditali pada roda secara kuat-kuat. Lalu secara perlahan roda bakal diputar dengan sekuat tenaga. Di bawah roda bakal seseorang membawa semacam tongkat dari besi yang dipakai untuk memukul.
Seiring dengan roda yang terus berputar. Tulang-tulang dalam tubuh bakal remuk, khususnya di unsur kaki dan tangan. Tubuh akan merasakan rasa sakit yang tak tertahankan sampai kematian datang. Tubuh korban penganiayaan yang tak bernyawa seringkali akan tidak dipedulikan menggantung hingga berakhir dimakan oleh burung bangkai.
3. Buaya Pemotong
Seperti namanya, buaya pemotong, gunting ini dipakai untuk menganiaya orang yang dirasakan salah. Biasanya mereka mengerjakan pembunuhan untuk raja atau kerabatnya. Saat diciduk mereka akan dianiaya dan bila tidak menyatakan salah bakal langsung dimutilasi. Gunting buaya ini perangkat yang digunakan.
Orang-orang yang dirasakan bersalah bakal langsung digunting. Tubuh mereka bakal terbagi-bagi menjadi sejumlah bagian. Sebelum dipakai gunting bakal dipanaskan terlebih dahulu sampai nyaris berwarna merah. Bisa dibayangkan laksana apa menderitanya orang yang dianiaya atau dibunuh dengan teknik ini.
4. Sepatu Semen
Sepatu semen ialah metode penganiayaan yang kerap dilaksanakan oleh sindikat di Amerika. Mereka akan menganiaya terlebih dahulu orang yang dirasakan salah atau sandera. Setelah tersebut kaki korban bakal dimasukkan ke dalam kotak yang diberi semen lunak. Lambat laun semen bakal mengering dan mengeras sampai susah mencungkil kaki.
Setelah kering, korban bakal dimasukkan ke dalam air. Biasanya sungai atau laut yang dalam. Tentu saja mereka akan terbenam dan tak dapat melakukan apa-apa. Kematian ialah akhir dari penganiayaan yang menciptakan korbannya tak dapat napas dalam air.
5. Penyiksa Lidah
Tidak jelas dipakai untuk menganiaya apa, yang jelas perangkat ini akan menciptakan orang yang dianiaya merasakan sakit berlebih. Lidah mereka akan diapit secara perlahan-lahan dengan mulut bakal terus terbuka. Jika ujung alat serupa gunting ini ditekan maka lidah bakal tertekan dan ada bisa jadi terbelah jadi dua.
Sariawan di lidah saja rasanya enggak enak, minum saja susah, menelan makanan apa lagi. Sekarang bagaimana andai lidah terbelah? Kebayang kan sakitnya laksana apa. Mungkin orang yang dianiaya tak bakal mati, tetapi rasa sakitnya sudah lumayan membuatnya laksana enggak hendak hidup lagi.
6. The Rack
Prinsip the rack barangkali nyaris sama dengan poin nomor 1 di atas. Namun tidak memakai kuda di keempat sisi tubuh. Cara ini mengikat korban di seluruh kaki dan tangan. Lalu kaki bakal ditalikan ke sisi bawah dan tangan di sisi atas. Dua orang algojo bakal perlahan unik kayu yang ditambati oleh tali.
Siksaan ini pun berasal dari abad pertengahan dan tergolong siksaan sangat sakit. Saat korban mulai ditarik, maka seluruh sendi bakal tertarik sampai akhirnya putus. Selain tersebut korban akan merasakan lumpuh atau bahkan mati ditempat.
7. The Brazen Bull
The brazen bull ialah alat siksa yang berasal dari Yunani Kuno. Bentuknya sangat serupa dengan banteng atau sapi. Terbuat dari metal yang unsur mulutnya terbuka. Seseorang yang dirasakan bersalah bakal di masukkan perut sapi ini. Setelah masuk, unsur bawah bakal diberi api yang berkobar sampai panas merembet ke dalam metal.
Orang yang terdapat di dalam sapi ini bakal terpanggang perlahan-lahan. Jika telah ada bau laksana daging terbakar dari mulut sapi dengan kata lain korban sudah matang. Siksaan ini seringkali akan dibuntuti teriakan korban yang terbit dari mulut sapi sampai ia mati dengan sempurna.
Itulah tujuh perangkat siksa yang sangat mencekam dan brutal dalam menciptakan korbannya mati dengan menyakitkan. Semoga di era-era selanjutnya alat laksana ini tak pernah terdapat lagi. Manusia bukanlah makhluk yang layak menerima siksaan seperti tersebut meski ia salah. Harusnya ada teknik yang lebih baik meski tersebut harus meniadakan suatu nyawa.






