Tiap Hari Setor Uang Tunai Jutaan Rupiah Ke Bank, Ternyata Begini Pekerjaan Nenek Tua Ini!

Tiap Hari Setor Uang Tunai Jutaan Rupiah Ke Bank, Ternyata Begini Pekerjaan Nenek Tua Ini!
Mata Air Inspirasi 
Diceritakan, terdapat seorang nenek mempunyai nama Mirah, yang masing-masing hari, menjelang jam tiga sore, mengunjungi sebuah bank. Dengan pakaian lusuh dan agak bau, nenek Mirah meminta bantu petugas ketenteraman untuk mencatat sejumlah duit yang hendak disetorkan ke tabungan yang dimilikinya. Nilainya fantastis. Kadang hingga tiga juta rupiah. Seorang teller di bank tersebut pernah bercerita, saldo tabungan milik sang nenek, menjangkau dua ratus juta rupiah.


Referensi pihak ketiga
Walaupun tidak dapat menulis, nenek Mirah tahu andai nilai yang diterakan petugas keamanan bertolak belakang dengan jumlah dana yang pernah disetorkan. Dia pernah marah besar saat suatu ketika petugas yang dimintai tolong, salah menulis. Dana yang bakal disetor jumlahnya dua juta, namun yang ditulis petugas melulu dua ratus ribu, tidak cukup satu angka nol, namun sangat dominan ke jumlah uang.

Seorang petugas ketenteraman di bank itu, tergerak menginvestigasi pekerjaan sang nenek. Pada ketika dirinya mendapat giliran libur, dia sengaja datang ke kantor menjelang sore. Tujuannya satu, yaitu mengekor sang nenek kembali ke rumahnya. Dan benar saja, sore tersebut sang nenek pulang menyetor sebanyak uang di kantornya.

Ketika nenek Mirah terbit dari bank, pak satpam, -sebut saja Pak Kholid, mengikutinya dari jarak yang aman. Cukup jauh pun dia berjalan, hingga ke lokasi yang dituju. Ternyata nenek Mirah mampir di pasar guna berbelanja. Sejumlah uang diserahkan kepada empunya warung. 'Nanti barangnya diantar ke lokasi tinggal ya nek,' kata empunya warung.

Mendengar dialog nenek Mirah dengan empunya warung, Pak Kholid membatalkan niatnya mengekor sang nenek hingga ke rumahnya. Setelah sang nenek pergi dari warung, dia berniat menanyakan kegiatan nenek Mirah untuk pemilik warung.

Pak Kholid terheran-heran mendengar kisah tentang nenek Mirah. Rupa-rupanya, usaha nenek Mirah ialah membuat lontong. Ya, melulu lontong saja. Jadi yang dia beli di warung melulu beras. Lontong tersebut dipasok ke sejumlah pemilik catering atau restoran. 'Kalau nggak salah harganya hanya 4.000-5.000 rupiah saja. Tapi dia bisa buat sampai seribu lontong sehari,' tutur empunya warung.

Dahsyat! pikir pak Kholid. Dugaannya salah. Dikiranya nenek Mirah sehari-hari ialah pengemis ...
UC.ID