Pemerintah Andalkan Sungai Kayan guna Pasokan Listrik Ibu Kota Baru
Kamis, 5 September 2019 00:06
Pemerintah Andalkan Sungai Kayan guna Pasokan Listrik Ibu Kota Baru
Liputan Khusus Ibu Kota Baru. ©2019 Merdeka.com
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menuliskan bahwa Bappenas telah mengerjakan kajian soal sarana dan prasarana di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Termasuk soal pasokan listrik di tempat ibu kota baru itu.
"Saya pikir telah dianalisa secara baik oleh Bappenas. Daya dukung guna proyek pembangunan ibu kota tentu sudah dihitung dengan baik jadi tidak butuh dipermasalahkan," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/9).
Salah satu teknik pemerintah memasok listrik ke ibu kota baru yakni dengan membina Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kalimantan Utara. Moeldoko mempercayai sungai tersebut dapat memasok listrik guna mendukung kegiatan di tempat ibu kota baru.
"Apalagi Sungai Kayan dapat menghasilkan (listrik) lumayan besar, tidak terlampau jauh dari Kaltim. Berdasarkan keterangan dari saya telah terkalkulasi," jelasnya.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan, Kalimantan Utara bakal segera dilaksanakan tahun 2020. Diharapkan, pada 2024 sudah dapat menghasilkan listrik.
"Target akhir tahun ini akan dilaksanakan konstruksi," kata Direktur Operasi PT Kayan Hidro Energy, Khaeron di Jakarta, Kamis (22/8).
Dia menjelaskan, konstruksi yang akan dilaksanakan untuk bendungan Kayan 1 dan 2 dari jumlah total lima bendungan dengan kapasitas 9.000 megawatt (MW). Berdasarkan keterangan dari dia, pembangunan Kayan 1 berkapasitas 900 MW berlangsung satu tahun, pembangunan Kayan 2 dilaksanakan pada tahun depannya.
"Kayan 1 tersebut jangka masa-masa 5 tahun di bina (dan) telah ada listrik 900 MW di 2024, etape 2 tahun 2025. Selanjutnya di bina secara bertahap," ucapnya.
PLTA Sungai Kayan Bakal Pasok Listrik ke Ibu Kota Baru
jpnn.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mempercayai tidak terdapat yang butuh dikhawatirkan soal ketersediaan listrik di ibu kota baru. Pasalnya, Kementerian PPN/Bappenas telah mengerjakan kajian lengkap, tergolong soal pasokan listrik.
"Saya pikir telah dianalisa secara baik oleh Bappenas, daya dukung guna proyek pembangunan ibu kota, tentu sudah dihitung dengan baik," tutur Moeldoko untuk wartawan, Rabu (4/9).
Berdasarkan keterangan dari Moeldoko, sumber-sumber listrik guna ibu kota baru telah disiapkan. Apalagi, terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kalimantan Utara yang bakal dibangun dalam masa-masa dekat.
"(PLTA) Sungai Kayan dapat menghasilkan (listrik) lumayan besar yang tidak terlampau jauh dari Kalimantan Timur. Jadi menurut keterangan dari saya telah terkalkulasi," jelas dia.
BACA JUGA: PLTA Sungai Kayan Mulai Dibangun 2020
Diketahui, PLTA di Sungai Kayan nantinya bakal didukung lima bendungan. Bendungan kesatu menghasilkan 900 megawat, bendungan kedua 1.200 megawat, bendungan ketiga dan keempat tersebut 1.800 megawat kemudian bendungan kelima 3.200 megawat. Sehingga jumlah borongan menjadi 9.000 megawat.
Pembangunan mega proyek ini sudah diputuskan sebagai proyek strategis nasional menurut Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2018, sampai-sampai secara periodik pasti akan diadukan kepada Presiden RI perkembangannya.