Kenalan di Facebook, Pria Ini Kirim Uang Tiap Bulan. Saat Akan Dinikahi Ternyata Wanitanya


Diceritakan seorang pria mempunyai nama Yusuf yang bekerja sebagai Buruh Migran Indonesia (BMI) di Taiwan berkenalan dengan seorang gadis Indonesia lewat Facebook. Berawal dari sebatas tegur sapa kesudahannya pemuda ini jatuh hati pada gadis tersebut dari potret yang diantarkan padanya sesudah dekat. Seringnya mengobrol dan merasa nyaman kesudahannya mereka pacaran jarah jauh atau LDR sekitar 2 tahun.



Kedekatan tersebut membuat Yusuf hendak segera bertemu gadis idamannya itu setelah kembali ke Indonesia. Namun, sayangnya si gadis meminta kriteria supaya ia dinikahi dahulu meskipun melulu nikah siri. Lantaran telah cinta Yusuf percaya begitu saja. Ia bahkan mau mengirimkan uang masing-masing bulan atas permintaan wanita tersebut lewat sambungan telepon. Walau tidak pernah menyaksikan wajah pribumi pacarnya Yusuf percaya andai pujaan hatinya tidak bakal menipu.


Referensi pihak ketiga
Akhirnya Yusuf memungut jalan terakhir. Ia meminta temannya guna mengurus kebutuhan pernikahan sekitar dirinya masih di Taiwan. Keyakinannya telah kuat walau telah diingatkan namun tetap kekeh. Akhirnya temannya ini menyiapkan segalanya guna rencana pernikahan. Tanpa bertatap muka, belum pernah menyaksikan sebelumnya namun yakin ini wanita terbaik. Mulai dari tempat pernikahan, foto, make up, konsumsi dan seluruhnya diurus dengan duit hasil banting tulang Yusuf. Bahkan sebab cintanya ia sebelum menikah telah mengirim beda sebagai biaya jalan sebesar Rp 10 juta rupiah.

Akhirnya hari itupun tiba. Ketika bertemu bukan perempuan berparas cantik di potret melainkan wanita tua. Melihat fakta didepan mata Yusuf lantas membatalkan pernikahan itu dan mengikhlaskan semuanya tergolong uang yang pernah diberikan. Hal tersebut terjadi sebab aslinya lebih serupa seumuran dengan ibunya. Alhasil, Yusuf merasa ditipu oleh perempuan itu. Namun seluruh sudah terlambat sampai-sampai ia melulu malu pada family dan semua tetangga. Bila tadinya dia kembali ke Indonesia guna menikah namun faktanya ia hanya dapat menyesali keputusannya tersebut.