ASAL USUL GUNUNG TIDAR

Asal muasal nama Tidar sendiri tidak sedikit versi. Ada di antara versi yang melafalkan bahwa nama tersebut berasal dari kata “Mati dan Modar”. 

Jadi sebab angkernya Gunung Tidar masa-masa dulu, maka bila ada orang mengunjungi gunung tersebut bila tidak Mati ya Modar.



3 SITUS MAKAM GUNUNG TIDAR

Hanya perlu waktu tidak cukup dari 30 menit guna sampai di puncak Tidar. Secara umum, Gunung Tidar memang masih lumayan alami. 

Banyak tumbuhan pinus dan tumbuhan buah-buahan tahunan laksana salak hasil penghijauan era tahun 1960an menjadikan Gunung Tidar paling rimbun.

Beberapa ketika menapaki jalanan setapak pemanjatan kita bakal bertemu dengan Makam Syaikh Subakir. Konon Syaikh Subakir ialah penakluk Gunung Tidar yang kesatu kali dengan mengungguli para jin penunggu Gunung Tidar tersebut. 

Berdasarkan keterangan dari legenda (hikayat) Gunung Tidar, Syaikh Subakir berasal dari negeri Turki yang datang ke Gunung Tidar bareng kawannya yang mempunyai nama Syaikh Jangkung guna menyebarkan agama Islam.

Tidak jauh dari Makam Syaikh Subakir, anda akan berjumpa dengan suatu makam yang panjangnya menjangkau 7 meter. Itulah Makam Kyai Sepanjang. 

Kyai Sepanjang bukanlah sesosok alim ulama, namun ialah nama tombak yang diangkut dan dipergunakan oleh Syaikh Subakir mengungguli jin penunggu Gunung Tidar kala itu.

Situs makam terakhir yang anda jumpai sewaktu memanjat Gunung Tidar ialah Makam Kyai Semar. Namun menurut sejumlah versi ini bukanlah makam kyai Semar yang terdapat dalam pewayangan. 

Tetapi Kyai Semar, jin penunggu Gunung Tidar masa-masa itu. Meski demikian tidak sedikit yang percaya ini memang makam Kyai Semar yang terdapat dalam pewayangan itu. Dan mana yang benar, ialah tinggal anda mau meyakini yang mana.

PAKU TANAH JAWA

Di puncak Gunung Tidar terdapat lapangan yang lumayan luas. Di tengah lapangan itu terdapat suatu Tugu dengan simbol huruf Sa (dibaca laksana pada kata Solok) dalam artikel Jawa pada tiga sisinya. 

Berdasarkan keterangan dari penuturan juru kunci, tersebut bermakna Sapa Salah Seleh (Siapa Salah Ketahuan Salahnya). Tugu berikut yang diandalkan  sebagian orang sebagai Pakunya Tanah Jawa, yang menciptakan tanah Jawa tetap tenang dan aman.

Syekh Subakir, paling berjasa dalam menumbali tanah Jawa, ”Dalam legenda yang beredar di Pulau Jawa dikisahkan, Sudah sejumlah kali duta dari Negeri Arab, guna menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa khususnya, dan Indonesia pada lazimnya tapi sudah gagal secara makro. 

Disebabkan orang-orang Jawa pada waktu tersebut masih kokoh memegang keyakinan lama. Dengan tokoh-tokoh gaibnya masih paling menguasai bumi dan laut di dekat P Jawa.

Para ulama yang dikirim guna menyebarkan Agama Islam mendapat halangan yang paling berat, meskipun berkembang tetapi melulu dalam lingkungan yang kecil, tidak dapat berkembang secara luas. 

Secara makro dapat disebutkan gagal. Maka diutuslah Syekh Subakir guna menyebarkan agama Islam dengan membawa batu hitam yang dipasang oleh Syekh Subakir di seantero Nusantara, guna tanah Jawa ditaruh di tengah-tengahnya yakni di gunung Tidar .

 Efek dari kekuatan gaib suci yang ditimbulkan oleh batu hitam memunculkan gejolak, mengamuklah semua mahluk : Jin, setan dan mahluk halus lainnya. Syekh Subakir lah yang dapat meredam amukan dari mereka.

Akan namun mereka sesumbar dengan berkata: “ Walaupun anda sudah dapat meredam amukan kami, anda dapat mengembangkan agama Islam di tanah Jawa, namun Kodratullah tetap masih berlaku atas ku, ingat tersebut wahai Syeh Subakir.” “Apa itu?” kata Syekh Subakir. Kata Jin, “Aku masih dibolehkan guna menggoda manusia, tergolong orang-orang Islam yang imannya masih lemah”.