Syekh Siti Jenar merupakan sosok wali Allah yang mencapai tingkat makrifat, tingkat tertinggi dalam tasawuf. Sebagai seorang sufi, beliau suka mengaktualisasikan apa yang ada dalam batinnya dengan syair-syair yang sejuk dan mencerahkan.
Maka tak jarang semua syair Syekh Siti Jenar dikumpulkan oleh murid-muridnya dan dijadikan sebuah kitab syair.
Seperti yang dikutip dari buku Syekh Siti Jenar: Ajaran Amalan dan Ayat Makrifat yang ditulis oleh Khaelany, dimana dalam buku tersebut disebutkan syair-syair Syekh Jenar yang betul-betul menyadarkan hati siapa saja yang merenungkannya.
"Jika ada seorang manusia yang percaya pada kesatuan selain Allah, maka ia akan kecewa, karena tak akan memperoleh apa yang diinginkannya"
"sesungguhnya keberadaan dzat yang nyata hanya berada pada bobot tekad kita, tandanya tak ada apa-apa, tetapi harus menjadi segala niat yang sungguh-sungguh"
"Jika kau menanyakan dimana rumah Tuhan, maka jawabannya tidaklah sukar. Allah berada pada dzat yang tempatnya tidak jauh, yaitu dalam tubuh manusia. Tapi hanya orang pilihan saja yang menemuinya."
"Adanya kehidupan karena pribadi, maka keinginan hidup ditetapkan oleh diri sendiri. Tak mengenal roh yang melestarikan kehidupan, tiada turut merasakan sakit atau lelah."
"Jangan ragu jangan menyekutukan, karena kau adalah keberadaan Allah, itulah yang disebut Imannya iman."
"Segala wujud yang tersebar di dunia ini bertentangan dengan sifat seluruh yang diciptakan, sebab isi bumi adalah angkasa yang hampa".
"Shalat lima kali sehari adalah pujian dan dzikir yang merupakan kebijaksanaan dalam hati menurut kehendak pribadi".
Itulah 7 syair Syekh Siti Jenar yang mencerahkan. Semoga hidup kita merasa tercerahkan dengan syair-syair tersebut.
Sumber: Munawar J Khaelany, Syekh Siti Jenar: Ajaran Amalan dan Ayat Makrifat, Jogjakarta, Araskan, 2014.
Maka tak jarang semua syair Syekh Siti Jenar dikumpulkan oleh murid-muridnya dan dijadikan sebuah kitab syair.
Seperti yang dikutip dari buku Syekh Siti Jenar: Ajaran Amalan dan Ayat Makrifat yang ditulis oleh Khaelany, dimana dalam buku tersebut disebutkan syair-syair Syekh Jenar yang betul-betul menyadarkan hati siapa saja yang merenungkannya.
"Jika ada seorang manusia yang percaya pada kesatuan selain Allah, maka ia akan kecewa, karena tak akan memperoleh apa yang diinginkannya"
"sesungguhnya keberadaan dzat yang nyata hanya berada pada bobot tekad kita, tandanya tak ada apa-apa, tetapi harus menjadi segala niat yang sungguh-sungguh"
"Jika kau menanyakan dimana rumah Tuhan, maka jawabannya tidaklah sukar. Allah berada pada dzat yang tempatnya tidak jauh, yaitu dalam tubuh manusia. Tapi hanya orang pilihan saja yang menemuinya."
"Adanya kehidupan karena pribadi, maka keinginan hidup ditetapkan oleh diri sendiri. Tak mengenal roh yang melestarikan kehidupan, tiada turut merasakan sakit atau lelah."
"Jangan ragu jangan menyekutukan, karena kau adalah keberadaan Allah, itulah yang disebut Imannya iman."
"Segala wujud yang tersebar di dunia ini bertentangan dengan sifat seluruh yang diciptakan, sebab isi bumi adalah angkasa yang hampa".
"Shalat lima kali sehari adalah pujian dan dzikir yang merupakan kebijaksanaan dalam hati menurut kehendak pribadi".
Itulah 7 syair Syekh Siti Jenar yang mencerahkan. Semoga hidup kita merasa tercerahkan dengan syair-syair tersebut.
Sumber: Munawar J Khaelany, Syekh Siti Jenar: Ajaran Amalan dan Ayat Makrifat, Jogjakarta, Araskan, 2014.
