Parang Irang, Ilmu Gaib Kalimantan yang Membuat Pemiliknya Sakti


 Nenek moyang anda pastinya ialah mereka yang masih menggenggam tradisi dan ilmu-ilmu laksana ini. Salah satunya ialah suku Dayak yang sampai kini masih tidak sedikit misteri tak terpecahkan mengenai mereka.


Dalam kebiasaan Dayak, mereka mempunyai sebuah ajian atau ilmu yang dinamakan dengan Parang Irang. Ilmu ini paling terkenal karena diandalkan  pemiliknya dapat mempunyai kekuatan super yang setara dengan 100 orang dewasa. Dengan begitu mereka dapat menahan segala serangan, tergolong kebal dan tak mempan dengan ketika dilukai.


Parang Irang

ini sendiri adalahilmu yang berasal dari sesosok makhluk yang dinamakan tengkorak hitam yang adalahpenunggu terpencil Kalimantan. Sayangnya, dalam masyarakat canggih akan paling jarang sekali orang mempunyai kekuatan laksana ini. Akan lain halnya saat mendatangi pedalaman orang Dayak, di mana anda akan tidak jarang mendengar desas-desus tentang semua pemilik Parang Irang.

Orang yang mempunyai ilmu Parang Irang seringkali terlihat kekar tubuhnya, ia pun tampak laksana menggendong sesuatu bak tuyul. Karena, Parang Irang tak ubahnya laksana parasit yang menempel pada pemiliknya dan paling sulit guna dilepaskan. Namun, tetap saja masing-masing yang termasuk ilmu hitam tentu meminta penebusan yang paling besar.


Konon, empunya Parang Irang secara perlahan dapat saja kehilangan sukmanya secara utuh karena dipungut alih oleh sang benalu yang bergantung pada raganya. Banyak permasalahan yang mengisahkan bahwa Parang Irang memungut alih jiwa pemiliknya sampai membuat empunya ilmu ini perlahan menjadi tak waras dan hilang kewarasannya.

Segala urusan yang sehubungan dengan ilmu hitam dan keyakinan lebih baik memang dihindari. Tak terdapat sesuatu yang dapat didapat secara instan di dunia ini. Jika hendak kuat, kaya, dan dikenal maka kuncinya latihan, bekerja serta mengerjakan segala urusan terbaik yang dapat dilakukan. Ya, pulang lagi bagaimanapun pun Parang Irang masih adalah bagian dari kebiasaan Indonesia yang telah ada semenjak zaman dahulu.